Saturday, 4 July 2015

Operating System : How Operating System Work ?



Role of Interrupts
Interrupts are signals sent to the CPU by external devices, normally I/O devices. They tell the CPU to stop its current activities and execute the appropriate part of the operating system.
1.Hardware Interupts are generated by hardware devices to signal that they need some attention from the OS.
2.Software Interupts are generated by programs when they want to request a system call to be performed by the operating system.
3.Traps are generated by the CPU itself to indicate that some error or condition occured for which assistance from the operating system is needed.

CPU Execution Mode
There are two modes of execution,known as user mode and kernel or supervisor mode.
User mode is restricted in thatcertain instructions cannot be executed, certain registers cannot be accessed, and I/O devices can not be accessed.
Kernel mode has none of these restrictions. A system call will set the CPU to kernel mode, as will traps and interrupts. Application programs cannot do this.

Supervisor mode
»Can execute all machine instructions
»Can reference all memory locations

User mode
»Can only execute a subset of instructions
»Can only reference a subset of memory locations

CPU Response to Interrupts
The CPU performs the following actions in response to an interrupt:
Using the pointer to the current process control block, the state and all register values for the process are saved for use when the process is later restarted.
The CPU mode bit is switched to supervisory mode.
Using the pointer to the interrupt handler table and the interrupt vector, the location of the kernel code to execute is determined. The interrupt vector is the IRQ for hardware interrupts 


 




 






•Reference :
•Stallings, William, Operating Systems, Second Edition, Prentice-Hall International Editions, Englewood Cliffs, New Jersey, 1995.
•Tanenbaum, Andrew S., Modern Operating Systems, Prentice-Hall International Editions,
Englewood Cliffs, New Jersey, 1992.
 

Thank You




Friday, 3 July 2015

COMPUTER ARCHITECTURE



COMPUTER ARCHITECTURE

The computer is in a sense a communication system.
Data is constantly being moved between the CPU, memory and the various devices.
The CPU uses I/O addresses to direct data to particular devices.
The devices in turn use interrupts to notify the CPU and operating system of their needs.



The Von-Neumann Architecture



CPU Control Unit



Arithmetic Logic Unit



The Von-Neumann Loop

Fetch Phase
Fetch the next instruction and store it in the instruction register
Execute Phase
The ALU or I/O unit executes the instruction ALU does calculations
I/O unit loads or stores data between main memory and registers

 


 
 


•Reference :
•Stallings, William, Operating Systems, Second Edition, Prentice-Hall International Editions,Englewood Cliffs, New Jersey, 1995.
•Tanenbaum, Andrew S., Modern Operating Systems, Prentice-Hall International Editions, Englewood Cliffs, New Jersey, 1992.



Thank You
 




Thursday, 2 July 2015

Hubungan E-Business Dengan Beberapa Istilah E (E-Goverment,E-Commerce,E-Market,E-Product)




Hubungan e-business dengan beberapa istilah “e” lainnya:

E-Government (EG)
E-Government (EG) mengacu kepada penggunaan teknologi informasi oleh pemerintah untuk bertukar informasi dan pelayanan kepada penduduk, perusahaan-perusahaan, dan pemerintahan lainnya. Bentuk e-government ada 4 macam, yaitu
1.government-to-customer,
2.government-to-business,
3.government-to-employees, dan
4.government-to-government.


http://kurniadi-addi.blogspot.com/2015/06/e-business-kendala-bisnis-internet.html


E-Government (EG)

1.Dilakukan oleh pemerintah dan menggunakan teknologi informasi.
2.Teknologi informasi tersebut digunakan untuk mendukung proses bisnisnya berupa pertukaran informasi dan pelayanan kepada penduduk, perusahaan, dan pemerintah lainya.
3.E-government dapat memberikan keutungan berupa kemudahan dalam pembuatan KTP, pembayaraan pajak, penyediaan data demografi, dan sebagainya.
4.E-Government adalah adalah e-business yang dilakukan oleh pemerintah untuk menjalankan proses bisnisnya, yaitu pemerintahan dan layanan masyarakat.



E-Commerce (EC)  
E-Commerce (EC) adalah pembelian dan penjualan barang atau jasa melalui sistem elektronik seperti internet dan jaringan komputer lainnya.

E-Commerce adalah bagian dari e-business karena adanya penggunaan teknologi informasi berupa internet dan jaringan komputer lainnya untuk menjalankan proses bisnis utama berupa pembelian dan penjualan.


E-Market (EM)
E-Market yaitu tempat bertemunya para penjual dengan para pembeli melalui media elektronik dan tersambung dalam sebuah jaringan yang disebut internet.


E-Market (EM)

1.bentuk pasar yang konvensional, yaitu pembeli dan penjual bertemu langsung secara fisik, ke bentuk pasar di era digital.
2.Dengan ada e-market, membuat sebuah kegiatan jenis belanja dengan bentuk baru yaitu belanja secara online (online shopping).
3.Belanja secara online dapat dikatakatan sebuah proses dimana pembeli langsung membeli barang atau jasa dari penjual secara realtime melalu internet.



E-Product
merupakan produk yang ditawarkan melalui bisnis di internet. Dan produk yang dapat diunduh melalu jaringan. Produk-produk yang secara global menjadi kebutuhan dan diminati masyarakat serta memiliki standar kualitaslah yang dapat dipasarkan melalui Internet mengingat orang-orang yang terkait dengan e-market berasal dari berbagai dareah, bahkan negara, yang memiliki karakteristik yang berbeda-beda.


E-Product
Beberapa jenis e-product:
1.Informasi : koran, majalah, jurnal
2.Hiburan : kalender, peta, poster, film
3.Simbol : tiket pesawat, tiket kereta api, reservasi hotel
4.Jasa : pendidikan, telemedicine Barang : buku, bunga, komputer
5.Keuangan : tabungan, asuransi


Kesimpulan

E-Business merujuk pada seluruh penggunaan tingkat lanjut dalam teknologi Informasi yaitu melibatkan pemakaian teknologi komunikasi dan jaringan.
Jenis-jenis e-business yaitu B2C, B2B, B2G dan B2E.
EDI, Internet dan komunikasi nirkabel tingkat lanjut mengurangi biaya dan meningkatkan kecepatan dan akurasi proses bisnis yang dijalankan.


Referensi:
www.wikipedia.com
Romney, Marshall B., 2006, Sistem Informasi
Akuntansi, Edisi 9, Buku 1, Salemba Empat, Jakarta


TERIMA KASIH

Wednesday, 1 July 2015

Materi Jarkom : Routing (bagian 2)

Routing router lab_B (Divisi Keuangan)

Router               Alamat Network           Interface            IP Address
Lab_B                    192.168.30.0            Fa0/0               192.168.30.1
Lab_B                    192.168.30.0            S0/0                 192.168.20.2
Lab_B                    192.168.40.0            S0/1                 192.168.40.1

untuk router lab_B memiliki 3 interface yang digunakan yaitu
1. fa0/0 yang terhubung LAN dengan alamat network 192.168.30.0 dan
2. interface S0/0 yang terhubung langsung dengan interface S0/1 pada router lab_A dengan alamat network 192.168.20.0.
3. interface S0/1 yang terhubung langsung dengan interface S0/0 pada router lab_C dengan alamat network 192.168.40.0

berarti kita harus melakukan routing yang tidak terhubung secara langsung yaitu :

NO        DESTINATION        SUBNET MASK                   HOP ADDRESS
1           192.168.10.0              255.255.255.0                         192.168.20.1
2           192.168.50.0              255.255.255.0                         192.168.40.2
3           192.168.60.0              255.255.255.0                         192.168.40.2
4           192.168.70.0              255.255.255.0                         192.168.40.2

Routing router lab_C (Divisi Administrasi)

Router                Alamat Network                 Interface          IP Address
Lab_C                 192.168.40.0                      S0/0                192.168.40.2
Lab_C                 192.168.50.0                      Fa0/0              192.168.50.1
Lab_C                 192.168.60.0                      S0/1                192.168.60.1

untuk router lab_C memiliki 3 interface yang digunakan yaitu
1. interface S0/0 yang terhubung langsung dengan interface S0/1 pada router lab_B dengan alamat network 192.168.40.0 dan
2. interface F0/0 terhubung langsung dengan LAN dengan alamat network 192.168.50.0.
3. interface S0/1 yang terhubung langsung dengan interface S0/0 pada router lab_D dengan alamat network 192.168.60.0
berarti kita harus melakukan routing yang tidak terhubung secara langsung yaitu :

NO             DESTINATION                     SUBNET MASK       HOP ADDRESS
1                192.168.70.0                           255.255.255.0           192.168.60.2
2                192.168.10.0                           255.255.255.0           192.168.40.1
3                192.168.20.0                           255.255.255.0           192.168.40.1
4                192.168.30.0                           255.255.255.0           192.168.40.1

Routing router lab_D (Divisi Produksi)

Router               Alamat Network            Interface          IP Address
Lab_C             192.168.60.0                     S0/0                192.168.60.2
Lab_C             192.168.70.0                     Fa0/0              192.168.70.1

untuk router lab_D memiliki 2 interface yang digunakan yaitu
4. interface S0/0 yang terhubung langsung dengan interface S0/1 pada router lab_B dengan alamat network 192.168.40.0 dan
5. interface F0/0 terhubung langsung dengan LAN dengan alamat network 192.168.50.0.
6. interface S0/1 yang terhubung langsung dengan interface S0/0 pada router lab_D dengan alamat network 192.168.60.0
berarti kita harus melakukan routing yang tidak terhubung secara langsung yaitu :

NO            DESTINATION          SUBNET MASK        HOP ADDRESS
2                192.168.10.0               255.255.255.0               192.168.20.1
3                192.168.20.0               255.255.255.0               192.168.20.1
4                192.168.30.0               255.255.255.0               192.168.20.1
5                192.168.40.0               255.255.255.0               192.168.20.1
5                192.168.50.0               255.255.255.0               192.168.20.1

-Konfigurasi pada Linux

Contoh konfigurasi untuk router lab_A pada mesin linux
Ip route add [gateway] via [hop address]
Ip route add 192.168.30.1/24 via 192.168.20.2
Ip route add 192.168.40.1/24 via 192.168.20.2
Ip route add 192.168.50.1/24 via 192.168.20.2
Ip route add 192.168.60.1/24 via 192.168.20.2
Ip route add 192.168.70.1/24 via 192.168.20.2

- Konfigurasi pada Cisco Router
Contoh konfigurasi untuk router lab_A pada Router Cisco
Iproute [destintion network] [subnet mask] [next-hop address]
Ip route 192.168.30.0 255.255.255.0 192.168.20.2
Ip route 192.168.40.0 255.255.255.0 192.168.20.2
Ip route 192.168.50.0 255.255.255.0 192.168.20.2
Ip route 192.168.60.0 255.255.255.0 192.168.20.2

Artikel Sebelum nya : Klik Disini



Bagian 1 dan 2 : Sumber Dari Saiful Ahdan, S.Kom

Materi Jarkom : Routing, Jenis-jenis Routing Protocol (bagian 1)

PENDAHULUAN
Routing IP adalah Proses pemindahan paket dari satu netwok ke network lain dengan menggunakan router-router. Pada dasarnya sebuah routing protocol menentukan jalur (path) yang dilalui oleh sebuah paket melalui sebuah internetwork. Contoh dari routing protocol adalah .
- RIP (Routing Internet Protocol)
- IGRP (Interior Gatway Routing Protocol)
- EIGRP (Enhanced Gatway Routing Protocol)
- OSPF ( Open Short Path Fisrt)

Istilah routing digunakan untuk proses pengambilan sebuah paket dari sebuah alat dan mengirimkannya melalui network kea lat lain di sebuah network yang berbeda. Apabila dalam sebuah network tidak memiliki router, maka tidak akan dapat melakukan routing. Routing melakukan routing lalu lintas data ke semua network di internetwork anda. Agar kita dapat melakukan routing paket, sebuah router harus mengetahui, hal-hal sebagai berikut :
- alamat tujuan (Destination Address)
- Router-router tetangga (neighbor router)
- Route terbaik untuk setiap network remote.

JENIS JENIS ROUTING PROTOCOL
- Routing Statis (Static Routing)
Routing statis terjadi jika kita secara manual menambahkan route-route di routing table dari setiap router.
- Routing Default (default Rouiing)
default routing mengirimkan paket-paket ke sebuah network tujuan yang remote yang tidak ada di routing table.
- Routing Dinamis (Dinamic Rouiing)
Routing dinamis adalah ketika routing protocol digunakan untuk menemukan network dan melakukan update routing table pada router karena secara otomatis akan mengupdate routing yang terdapat pada routing table

Contoh
Salah satu perusahaan di lampung ingin membagi jaringan dalam beberapa segmen, dalam perusahaan tersebut terdapat beberapa bagian
- Divisi Marketing
- Divisi Keuangan
- Divisi Administrasi
- Divisi Produksi

Konsep jaringan telah dapat menghubungkan beberapa segmen tersebut, tetapi ada beberapa kekurangan yaitu setiap segmen dapat mengakses langsung sehingga dalam segmen tidak memiliki batasan dan dalam prosesnya sangat lambat. Tugas anda sebagai administrator jaringan adalah memperbaiki jaringan tersebut dengan membaginya menjadi beberapa segmen. Sebelum anda beraksi untuk memperbaiki jaringan tersebut. Ada beberapa petunjuk yang akan membantu kita dalam proses
perubahan system jaringan. Petunjuk tersebut adalah gambar skema jaringan yang lama. Seperti dibawah ini.



Jika kita lihat pada gambar diatas. Peralatan yang digunakan masih menggunakan switch (layer2). Berarti dalam proses pengalamatan jaringan diatas masih menggunakan satu alamat network dari seluruh segmen. Berarti jika kita ingin memisahkan segmen jaringan, kita dapat menggunakan alamat network yang berbeda dari tiap-tiap segmen. Hanya kita membutuhkan peralatan yang dapat menghubungkan alamat yang berbeda. Apa peralatan tersebut ? router ! ya tepat sekali router. Dengan router segmen yang berbeda alamat dapat berkomunikasi dengan adanya proses routing pada tiap segmen. Jadi anda tinggal menambahkan router pada setiap segmen.
Tugas anda yang pertama adalah menyediakan alamat untuk tiap-tiap segmen dengan alamat yang berbeda , dan menambahkan satu buah router pada setiap segmen.

 




Secara otomatis network network dapat terhubung dengan interface-interface yang terhubung secara langsung, jadi untuk interface yang terhubung secara langsung tidak perlu dilakukan proses routing. Hanya yang perlu kita lakukan adalah mengkonfigurasi interface yang tidak terhubung secara langsung.



Routing router lab_A (Divisi Marketing)

Router      Alamat Network     Interface         IP Address
Lab_A      192.168.10.0           Fa0/0              192.168.10.1
Lab_A      192.168.20.0           S0/1                192.168.2

untuk router lab_A memiliki 2 interface yang digunakan yaitu
1. fa0/0 yang terhubung LAN dengan alamat network 192.168.10.0
2. interface S0/1 yang terhubung langsung dengan interface S0/0 pada router lab_B dengan alamat network 192.168.20.0.

berarti kita harus melakukan routing yang tidak terhubung secara langsung yaitu :
NO DESTINATION       SUBNET MASK         HOP ADDRESS
1     192.168.30.0            255.255.255.0              192.168.20.2
2     192.168.40.0            255.255.255.0              192.168.20.2
3     192.168.50.0            255.255.255.0              192.168.20.2
4     192.168.60.0            255.255.255.0              192.168.20.2
5     192.168.70.0            255.255.255.0              192.168.20.2

Bagian Selanjut nya : Klik Disini


Bagian 1 dan 2 : Sumber Dari Saiful Ahdan, S.Kom